About Me and Batam

mukakuning1.jpg

Krisis ekonomi di Indonesia pada tahun 1998,dimana pertumbuhan ekonomi nasional mengalami kontraksi hingga minus 13,1%, Sektor industri tumbang bergelimpangan dan menimbulkan jutaan pengangguran.

Qadarullah, turut mengantarkan saya ke pulau ini.

Pada masa itu perekonomian Batam tetap tumbuh lebih dari 3%. Bahkan selama tiga tahun setelahnya, ekonomi Batam tumbuh di atas 7 persen per tahun.Kinerja ekonomi semacam ini berkat dukungan industri manufaktur, investasi asing, dan aktivitas ekonomi yang berorientasi ekspor. Dan sebagai sentra industri elektronika terkemuka di masa itu.

Berawal menjadi karyawan salah satu Perusahaan Multinational Company, Hardisk Fabrication di Kawasan Industri Batamindo .Akhirnya sampai sekarang saya adalah salah satu dari 800 ribu penghuni yang berdesak desakan di pulau kecil ini , yang mencoba berbagai pernak pernik di Pulau terdekat S’pore ini.

BATAM

Dibanding dengan kota lain Jakarta, Surabaya, Batam adalah kota kecil.

Sebuah pulau yang antara ujung dan ujungnya bisa kita tempuh dengan waktu dua jam saja ,tentu ini tidak berlaku jika kita terjebak macet atau jika melewati jalan berlubang atau becek, seperti yang ngeterend sekarang ini. apalagi ke arah Tanjung piayu  ):

Kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia menjadikan pulau ini istimewa secara geografis. Batam merupakan sebuah Pulau yang terletak sangat strategis di sebelah utara Indonesia dan terletak di jalur pelayaran internasional.

Cukup dengan Fery, perjalanan ke Singapura hanya butuh waktu satu jam. Gedung-gedung tinggi di Singapura pun nampak dari pantai pulau Batam, tentu saja pantai yang menghadap ke arah Singapura.
Seperti di Sisi Pt, Aker Solutions ..gitu lho

Kota yang merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Riau ini memiliki luas wilayah daratan sebesar 715 kilometer persegi atau sekitar 115% dari wilayah Singapura, sedangkan luas wilayah keseluruhan mencapai 1,570,35 kilometer persegi. Pulau ini punya karakteristik dataran yang berbukit dan berlembah, serta tersebarnya vegetasi mangrove pada garis pantai merupakan karakteristik geografis Kota Batam.

Cuaca di Batam begitu sulit diprediksi. Hujan dan panas bisa saja datang bergantian tanpa bisa dibaca polanya. Suhu rata-rata di Batam 26 sampai 34 derajat celcius. Namun panas terik tersebut bisa saja berubah menjadi hujan deras hanya dalam waktu kurang dari setengah jam.

Maka ngga heran bila kita lihat ada orang basah kuyub pakai motor sedang disekitar kita waktu itu kering dan panas.  asyikk khan

Pulau Batam dihuni pertama kali oleh orang melayu dengan sebutan orang selat sejak tahun 231 masehi. Pulau yang pernah menjadi medan perjuangan Laksamana Hang Nadim dalam melawan Penjajah ini, digunakan oleh pemerintah pada dekade 60-an sebagai basis logistik minyak bumi di Pulau Sambu.

Pada dekade 70-an, dengan tujuan awal menjadikan Batam sebagai Singapuranya Indonesia, maka sesuai Keputusan Presiden nomor 41 tahun 1973, Pulau Batam ditetapkan sebagai lingkungan kerja daerah industri dengan didukung oleh Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam sebagai penggerak pembangunan Batam.

Di era reformasi pada akhir dekade tahun 90-an, dengan Undang-Undang nomor 53 tahun 1999, maka Kotamadya administratif Batam berubah statusnya menjadi daerah otonomi yaitu Pemerintah Kota Batam untuk menjalankan fungsi pemerintahan dan pembangunan dengan mengikutsertakan Badan Otorita Batam.

Masyarakat Kota Batam merupakan masyarakat heterogen yang terdiri dari beragam suku dan golongan. Namun akar budaya pulau Batam dapat dirunut sampai ke Tanjung Pinang.

Jumlah industri yang berkembang di Batam cukup banyak. Hal itu menjadi salah satu magnet yang menyedot para pencari kerja dari seluruh penjuru Indonesia untuk datang ke pulau ini. Jumlah pendatang itu saat ini, jauh lebih besar dari penduduk asli.

Sulit kita temukan orang dewasa yang memang lahir dan besar di Batam, penduduk asli sudah mulai langka dan terpinggirkan. Penduduk yang tinggal di Batam tidak lagi melulu orang Melayu. Batam sudah menjadi begitu heterogen.

Pada Juni 2005, penduduk kota Batam mencapai 636.729 jiwa. Sebagian besar penduduknya adalah perempuan. Industri di Batam yang cenderung mempekerjakan para wanita dengan alasan mereka lebih teliti dan manut, membuat jumlah perempuan di pulau ini membludak. Itu dulu sekarang..??

Pelayanan transportasi umum di Batam mungkin yang paling oportunis di Indonesia. Untuk angkutan umum, hanya ada dua atau tiga trayek saja yang ada di pulau Batam. Trayek itu pun menjadi sangat tentatif, tergantung dari pesanan penumpang.

Angkutan umum yang menuju Batam Center bisa saja dibelokkan ke Mukakuning (dua daerah yang berjauhan) sesuai dengan pesanan penumpang yang jumlahnya lebih banyak. Sementara penumpang yang mau menuju ke Batam Center dipersilahkan turun di jalan. Sangat demokratis memang . ( tapi kok ya tega-teganya )

Dan tentu saja ngeselin bagi penumpang yang diturunkan di jalan. Demikian pula jika kita naik angkutan umum sendirian, bukan tidak mungkin kita disuruh turun di tengah jalan, gara-gara sopirnya capek pengen ngopi. Dan itu belum selesai. Kita masih tetap diminta membayar ongkosnya.
Sabar ya…,

Lain lagi ceritanya dengan taksi. Angkutan yang di daerah lain merupakan angkutan kaum borjuis, di Batam sudah menjadi alat transportasi kaum proletar. Taksi di Batam mirip dengan angkutan umum, karena dia masih mencari penumpang lain selagi mengantar kita menuju tempat tujuan.

Memang tarif ongkos taksi di Batam menjadi lebih murah dibandingkan Jakarta atau Surabaya. Tarif taksi di Batam dihitung per orang, dan tetap tergantung jauh dekatnya tujuan kita. Taksi di Batam, seperti halnya angkutan umumnya, sangat pragmatis, bahkan lebih oportunis.

ada ngga selain di batam ?? :)

* Dari berbagai sumber


Iklan

17 thoughts on “About Me and Batam”

  1. tok tok permisi numpang lewat
    800 ribu woouuuu ini falid mang :)
    mangkanya makin panas saja batam ini
    smoga gak pindahan lagi setelah ini :d

  2. Angka segitu kuambil dari perkiraan data kasar Pemerintah setahun yang lalu. Sekarang mungkin bertambah.

  3. Hehehe… Nggak aneh orang2 yg tinggal di Batam sudah siap2 mbeli rumah ke-2 nya hehehe… maklum batam padat sekali dengan Jumlah Penduduk Perempuan yang tidak berimbang ….. :d

    Yook … nambah … Weks …

  4. Salam kenal dari Langsa. Jayalah Batam !!

  5. tes dulu

  6. assalamualaikum
    salam kenal yach

  7. Halo
    Saya tahun 1998 juga ikutan hijrah ke batam. Tapi nggak lama, cuma 1.5 tahun balik lagi. Menuh menuhin ibukota Jakarta.

    Taksi Batam emang parah ya, apa sampai sekarang masih kayak gitu?

  8. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
    Kumaha, damang kang umair? sudah lama saya ngga dengar kabar kabari tentang batam.jadi kangen ke batam deui…
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

    Jabab :
    Waalaikumsalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Alhamdulillah Bi khair .. Kapan main ke batam nih, posisi sekarang dimana ..
    ?

  9. batam emank kotaku yang ku cintai

    hidup BATAM…..

  10. abu fadhil said:

    Hmmm … jadi ingin ke Batam. salam kenal akhi … ana dari Blora Jateng.

  11. Salam kenal juga, kalo itu lebih baik kenapa tidak ya

  12. Assalamu`alaikum…,

    Salam kenal akh, eh, udah kenal belum yah…? he..,he..,

    berkunjung ya ke Blogku disini :
    http://tumabatam.blogspot.com

    Jawab:
    Waalaikum salam , Orang pajajaran ya he he

  13. Salam Kenal kang… baru bikin blog nih kang.

    jawab : Salam kenal juga..

  14. Assalamu’alaikum warohmatulloh

    Apakabar ikhwan batam, ana sekarang sudah pulang kepekan baru,mudah2an btam baik-baik saja.

  15. Alhamdulilah bi khair.. kapan ke Batam lagi nih..

  16. Salam kenal sekali lagi ya Bang :)

  17. ea aq banga terhadap kota klahiran ku skrang da jdi kota besar dan pesat i love batam island

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s