Tag

Teh Obengtehobeng.jpg

Flashback ke sekian tahun yang lalu, beberapa saat sebelum berangkat hijrah ke Pulau Batam, saya browsing tentang kondisi disana, tentang bagaimana lifestyle nya, makanan-minumannya, dan kondisi sosio-kulturalnya.

Satu hal yang saya ingat adalah penyebutan untuk “es teh” yang di Batam biasa disebut dengan “teh obeng”, selintas yang melalui benak adalah teh macam apa ini kok bisa dinamai obeng???

apakah ada kaitannya dengan banyaknya pabrik manufaktur yang ada di Batam sampai-sampai nama minumannya pun berbau dengan peralatan bengkel??atau kah karena sebab lain??Dan sesampainya di Batampun penelusuran tentang asal penyebutan “teh obeng” pun belum menemui jawaban yang pas. Ada salah satu produsen kaos yang memajang ke-khasan nama teh obeng ini dengan menampilkan visualisasi teh obeng secara kartun, yang menggambarkan gambar segelas es teh dilengkapi dengan obeng sebagai ganti sendok dan dibawahnya ditulis “teh obeng”.

Semuapun tau ini hanya gambaran yang asal untuk melukiskan yang namanya teh obeng tersebut.Ketika seorang penjaga warung makan ditanya tentang asal muasal nama “obeng” dia juga tak bisa memberikan jawaban yang ilmiah, jawabannya pun berkisar antara
“hmm kenapa ya, ngga’ tau juga… dari saya datang juga namanya sudah pake obeng gitu”

Dan akhirnya setelah mencoba bergeser sedikit dari Batam dan menelusuri beberapa hawker centre…fiuh akhirnya saya berhasil menyibak misteri dari nama obeng ini.

Apakah gerangan yang namanya obeng ini?Ya.. obeng berasal dari bahasa orang-orang Tionghoa di Xi cia po ini, yaitu o dan beng.
o= kosong
beng=esjadi, kalo dirunut lebih lanjut, pembagian teh di beberapa daerah ternyata berbeda-beda, seperti di jakarta dan di jawa (tengah), di Jawa jika kita ingin minum es teh manis cukup kita pesan “es teh” dan by default akan disajikan es teh lengkap dengan pemanisnya, entah itu gula atau campuran dengan sakarin..hehe.

Di jakarta, jika kita hanya menyebut “es teh” maka akan disajikan “teh tawar dengan es balok” hambar tanpa pemanis, untuk menjadi manis maka harus diberi tambahan gincu “es teh manis”…huh pemborosan kata-kata saja.Nah di sini, yang namanya teh/tea by default adalah “milk tea” yaitu campuran teh dengan susu kental.

Kalo mau teh doang, harus diembel-embeli “tea-o”.
So jika ingin pesan “es teh sahaja” lengkapnya jadi “teh o-beng” kalo di spell oleh aunty-aunty jadinya “teh o-peng”, kalo iced-milk tea jadinya “tea-beng”, mau iced milo jadinya “milo-beng” dan seterusnya.

Demikianlah akhir dari pencarian asal nama obeng yang begitu melegenda di Batam.

sik sik..ini punyanya blogger sing suka ngeblog munfarid  (mas Janu)


Iklan